ESTAFET KEPEMIMPINAN SANTRI: PENGURUS IP3DA DAN IP4DA ANGKATAN 23 RESMI DILANTIK

Estafet kepemimpinan organisasi santri di Pondok Pesantren Daarul Ahsan resmi berganti. Ardi Firmansyah dan Afifah Kharisma Putri resmi mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Pelajar Putra Daarul Ahsan (IP3DA) dan Ikatan Pelajar Putri Daarul Ahsan (IP4DA) Angkatan 23. Upacara pelantikan khidmat tersebut digelar di Aula Utama Pondok Pesantren Daarul Ahsan, yang dihadiri oleh seluruh dewan guru dan santri.

Terpilihnya Ardi dan Afifah merupakan hasil dari proses demokrasi panjang yang berlangsung di lingkungan pesantren. Tahapan dimulai dari penyampaian visi dan misi para kandidat, dilanjutkan dengan debat kampanye yang sengit namun edukatif, hingga puncaknya adalah pemilihan umum (Pemilu). Uniknya, proses pemungutan suara ini melibatkan partisipasi aktif dari Pimpinan, dewan guru, hingga seluruh staf pondok untuk menentukan pemimpin terbaik bagi organisasi santri tersebut.

Tugas berat kini menanti pengurus Angkatan 23. Mereka diamanahkan untuk membantu Pimpinan dan jajaran ustadz/ustadzah dalam mengelola seluruh ritme kegiatan pondok, mulai dari santri bangun tidur hingga kembali beristirahat. Pengurus baru diharapkan menjadi motor penggerak kedisiplinan dan menjadi teladan bagi ribuan santri lainnya.

Mudirul Ma’had Pondok Pesantren Daarul Ahsan, K.H. Maman Lukman Hakim, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pengurus masa bakti sebelumnya.

“Terima kasih kepada kepengurusan lama yang telah mengabdikan diri selama satu tahun penuh untuk membantu menerapkan disiplin pondok dengan dedikasi tinggi,” ujar beliau.

Kepada pengurus yang baru dilantik, K.H. Maman Lukman Hakim memberikan pesan tajam mengenai keadilan dan integritas. Beliau menekankan agar para pengurus menjalankan aturan dan sunnah-sunnah pondok tanpa pandang bulu. Beliau memberikan perumpamaan agar penegakan hukum di pesantren jangan sampai menyerupai “pisau yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas.” Artinya, pengurus harus berlaku adil kepada seluruh anggota tanpa membeda-bedakan teman dekat atau bukan.

Acara pelantikan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol persatuan dan kekeluargaan. Setelah itu, suasana haru sekaligus bangga menyelimuti aula saat para guru dan santri bersalaman untuk memberikan ucapan selamat serta doa restu kepada para pengurus baru yang akan bertugas selama satu tahun ke depan.

Dengan dilantiknya pengurus IP3DA dan IP4DA Angkatan 23, besar harapan agar kualitas kedisiplinan dan kreativitas santri di Pondok Pesantren Daarul Ahsan semakin meningkat. Semoga para pengurus baru diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mengemban amanah, serta mampu membawa perubahan positif yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.

Regards,

Ahsan Media.

Gus Ridho Paparkan Strategi Penguatan Karakter Pendidik dalam Upgrading Dewan Guru Daarul Ahsan

Guna memperkuat kompetensi pedagogik dan karakter tenaga pendidik, Pondok Pesantren Daarul Ahsan dan Pondok Pesantren Pagipon menggelar kegiatan Upgrading Dewan Guru secara kolaboratif, Sabtu (3/1). Bertempat di Aula Utama Pondok Pesantren Pagipon, acara ini menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman 2, Gus Ridho, sebagai narasumber tunggal.

Mudirul Ma’had Pondok Pesantren Daarul Ahsan, K.H. Maman Lukman Hakim, M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya kualitas personal seorang guru di atas segalanya. Menurutnya, keberhasilan institusi pendidikan bergantung pada mutu para pengajarnya.“Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, namun guru yang bermutu bisa melahirkan orang-orang hebat,” ujar K.H. Maman Lukman Hakim di hadapan puluhan peserta.

Dalam sesi materi, Gus Ridho memaparkan konsep guru sebagai Murobbi atau pembimbing jiwa. Ia menegaskan bahwa guru yang bermutu harus memiliki tiga aspek utama di mata para santrinya, yakni dicintai, dirindukan, dan didoakan. Keikhlasan hati dan penataan niat menjadi kunci utama sebelum seorang guru mulai membina para santri.“Menjadi guru harus bisa menata hati terlebih dahulu sebelum menata santri. Perbaharui hati dan niat agar khidmah ini tidak terjebak pada rutinitas ekonomi semata,” pesan Gus Ridho. Ia juga menyoroti tantangan eksternal saat ini, seperti pengaruh game online dan teknologi yang mulai menggerus daya pikir serta kepribadian generasi muda.

Memasuki sesi siang setelah waktu Dzuhur, agenda dilanjutkan dengan pembinaan oleh Majelis Permusyawaratan Guru (MPG). Sesi ini fokus pada ruang berbagi (sharing ) mengenai dinamika perkembangan santri di lapangan. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi strategi menghadapi keberagaman karakter santri, manajemen konflik di asrama, hingga pola komunikasi efektif dengan wali santri. Para guru pengabdian diajak untuk lebih peka dalam melakukan pendekatan persuasif guna memecahkan problematika keseharian santri.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan harapan besar bagi masa depan kedua lembaga. Upgrading ini diharapkan menjadi katalisator bagi para guru untuk terus bertransformasi menjadi teladan yang baik (uswatun hasanah), sehingga mampu mencetak generasi yang tangguh secara mental dan mulia secara akhlak di era digital.

Regards,

Ahsan Media.

LDKS Daarul Ahsan Tuntaskan Misi: 3 Hari Intensif Menempa Santri Kelas 11 Jadi Pengurus Berintegritas

Ahsan Media – Seluruh santri kelas 11 Pondok Pesantren Daarul Ahsan sukses menyelesaikan rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) yang digelar intensif selama tiga hari, mulai tanggal 13 hingga 15 November 2025.

Kegiatan LDKS ini merupakan langkah strategis lembaga dalam menyiapkan dan membekali kader pengurus. Tujuan utamanya adalah mencetak calon pengurus yang tidak hanya mampu memikul amanah dengan tanggung jawab penuh, tetapi juga memiliki integritas yang terjaga dan dapat dipercaya dalam menjalankan tugas harian pondok.

Fokus Pembentukan Pola Pikir dan Manajerial

Program LDKS disusun secara terstruktur untuk membentuk pola pikir peserta yang matang dan kemampuan manajerial yang terukur. Setiap peserta dilatih secara mendalam mengenai cara melaksanakan tugas secara teratur, disiplin, serta membangun kredibilitas diri dalam struktur organisasi pondok.

Materi pelatihan mencakup tiga pilar utama: prinsip-prinsip kepemimpinan, manajemen kegiatan, serta latihan analisis dan pengambilan keputusan. Melalui sesi-sesi ini, para santri didorong untuk memiliki kesiapan memimpin dengan ketegasan yang didasari oleh kejernihan tujuan dan sikap yang selaras dengan nilai-nilai luhur lembaga.

Dengan rampungnya LDKS, santri kelas 11 kini diharapkan telah memiliki bekal esensial untuk transisi menjadi pengurus yang siap menjalankan tugas dengan efektif dan bertanggung jawab.

Regards,

Ahsan Media.

DAARUL AHSAN KUASAI ARENA! Raih 12 Gelar Juara MTQ, Bukti Nyata Generasi Qur’ani Berprestasi

TANGERANG – Pondok Pesantren Daarul Ahsan menunjukkan dominasinya dalam bidang keagamaan dengan memborong gelar juara di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Jayanti dan Kecamatan Cikupa. Keberhasilan ini menegaskan kualitas pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan santri di pondok.

Santri Daarul Ahsan berhasil meraih total 12 gelar juara, termasuk tiga gelar Juara 1, dalam MTQ yang diselenggarakan di dua kecamatan, Jayanti dan Cikupa. Pencapaian tertinggi diraih oleh perwakilan dari Desa Dangdeur yang menyabet Juara 1 untuk cabang Fahmil Quran (Putra dan Putri), serta perwakilan Desa Pasir Jaya yang unggul sebagai Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Putri.

Raihan prestasi didominasi oleh perwakilan dari Desa Dangdeur, yang berhasil membawa pulang enam gelar dari berbagai cabang di MTQ Kecamatan Jayanti. Di antara yang menonjol adalah tim Fahmil Quran Putri (Nurul Awaliah, Lathifah Mira N. B., Wika Kamalia) dan tim Fahmil Quran Putra (M. Jaylani, M. Ranggah H., Ardiansyah) yang keduanya sukses meraih Juara 1.

Sementara itu, prestasi di Kecamatan Cikupa dihiasi oleh keberhasilan Siti Liah Kameliah (Desa Pasir Jaya) yang meraih Juara 1 di cabang Kaligrafi Kontemporer Putri.

Berikut adalah rincian lengkap perolehan juara 1 dan 2:

MTQ KECAMATAN JAYANTI:

  • Juara 1 Fahmil Quran Putri (Desa Dangdeur)
  • Juara 1 Fahmil Quran Putra (Desa Dangdeur)
  • Juara 2 MSQ Putri (Desa Dangdeur)
  • Juara 2 Murottal Putri (Desa Dangdeur)
  • Juara 2 Fahmil Quran Putra (Desa Pangkat)

MTQ KECAMATAN CIKUPA:

  • Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Putri (Desa Pasir Jaya)
  • Juara 2 Fahmil Quran (Desa Sukadamai)

Pembina MTQ Pondok Pesantren Daarul Ahsan, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para santri. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus mendalami ilmu agama, khususnya Al-Qur’an, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Prestasi ini merupakan hasil dari program pembinaan rutin dan intensif yang diterapkan pesantren untuk mencetak generasi muda Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki daya saing di berbagai kompetisi daerah. Santri-santri yang berprestasi ini diharapkan dapat terus melaju ke tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. amin.

Regards,

Ahsan Media.

Pondok Pesantren Daarul Ahsan Gelar Orientasi dan Upgrading Guru untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Jayanti, 10 Juli 2025 – Pondok Pesantren Daarul Ahsan menggelar kegiatan Orientasi dan Upgrading Dewan Guru pada 9–10 Juli 2025 di Grand Mushola Daarul Ahsan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dari RA Daarul Ahsan, SDIT Tahfidz Preneur Pagipon, MTS dan SMA, baik guru baru maupun guru senior.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan visi dan misi pendidikan, memperkuat kompetensi profesional dan spiritual, serta menanamkan nilai-nilai kepesantrenan dalam proses pembelajaran.

Acara dibuka oleh Mudirul Ma’had yang menegaskan pentingnya peran guru sebagai figur utama dalam keberhasilan pendidikan. “Guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi juga teladan akhlak dan pembimbing ruhani. Karena itu, upgrading seperti ini sangat penting untuk terus memperbaiki diri dan metode pengajaran,” ujarnya.

Hadir sebagai pemateri, Dr. KH. Anang Azharie Ali, MA., Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Mizan, yang membawakan sejumlah materi strategis. Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan seputar strategi pembelajaran aktif, komunikasi efektif, penyusunan silabus berbasis nilai-nilai pesantren, serta penguatan karakter dan spiritualitas dalam kegiatan belajar mengajar.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Daarul Ahsan berharap dapat memperkuat kapasitas pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan demi melahirkan generasi unggul yang berakhlak mulia dan berintegritas.

Regards,

Penulis: Melisa Haryati

MUBTADA 2: Festival Tilawatil Qur’an Terbesar di Banten, 168 Peserta Bersaing di Daarul Ahsan

Jayanti, 11 Februari 2025 – Pondok Pesantren Daarul Ahsan kembali menggelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an Daarul Ahsan (MUBTADA) dengan skala yang lebih luas. Tahun ini, ajang bergengsi ini menjangkau tingkat provinsi, melibatkan SD/MI dan SMP/MTs sederajat se-Provinsi Banten. Sebanyak 168 peserta dari 34 sekolah ternama, seperti SDN Rawa Buaya, Pondok Pesantren Turus, Pondok Pesantren Daarul Qur’an Mulia, Al-Wildan Islamic School, SDIT Al-Mughni Jakarta Selatan, MI Bait Qur’ani Ciputat, SDN Sawah 1 Ciputat, serta MTsN 2 Serang, turut serta dalam kompetisi ini.

MUBTADA 2 berlangsung selama dua hari. Hari pertama diperuntukkan bagi peserta tingkat SD/MI sederajat, sedangkan hari kedua dikhususkan bagi peserta tingkat SMP/MTs sederajat. Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba yang dikompetisikan, di antaranya Pildacil, Tahfidz Juz 30, Mewarnai Kaligrafi, Kaligrafi Kontemporer, MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an), MFQ (Musabaqah Fahmil Qur’an), MSQ (Musabaqah Syarhil Qur’an), serta CCI (Cerdas Cermat Islam).

Grand opening MUBTADA 2 dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Camat Jayanti Bapak H. Yandri Permana, S.Stp., Kepala KUA Jayanti Drs. H. Juki, Ketua LPTQ Kecamatan Jayanti Ust. Abdul Muiz, S.Pd., serta Kepala Desa Dangdeur H. Agus Sutaryo, S.E.

Acara ini resmi dibuka oleh Camat Jayanti, Bapak H. Yandri Permana, S. Stp. , yang menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan MUBTADA. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi, melainkan juga sarana pembentukan karakter Qur’ani bagi generasi muda. Ia juga menambahkan bahwa MUBTADA dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anak serta membawa nama baik sekolah mereka. Selain itu, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pondok Pesantren Daarul Ahsan karena Daarul Ahsan terus mencetak prestasi hingga tingkat nasional dan menjadi acuan bagi kecamatan lain.

Ketua Panitia Ust. Ayash Lukman Hakim, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan, “Alhamdulillah, Pondok Pesantren Daarul Ahsan telah aktif menyelenggarakan ajang untuk menumbuhkan potensi santri di Jabodetabek guna melahirkan santri yang berprestasi. Sayangnya, di Tangerang masih jarang ada yang melaksanakan ajang seperti ini. Maka dari itu, Daarul Ahsan berusaha mengadakan MUBTADA sebagai wadah untuk menggali potensi santri. Tujuan utama MUBTADA bukan untuk mencari siapa yang terbaik, melainkan untuk mempererat silaturahmi dan melahirkan santri yang berprestasi.”

Mudirul Ma’had turut memberikan tausiyah, “MUBTADA berpartisipasi untuk merangkai potensi anak-anak agar memiliki pengalaman lebih luas dan mempunya jam terbang yang tinggi. Ajang ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk terus berkembang dalam berbagai bidang.”

Dengan cakupan yang semakin luas dan jumlah peserta yang terus meningkat, MUBTADA 2 diharapkan dapat menjadi ajang tahunan yang lebih prestisius, mencetak generasi Qur’ani yang berkualitas, serta menginspirasi lebih banyak santri untuk mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Regards,

Ahsan Media.

TAHNIAH! DAARUL AHSAN KEMBALI MENGUKIR PRESTASI PADA AJANG PERLOMBAAN MTQ KE-55 KABUPATEN TANGERANG

Ahsan Media, Tangerang – Perhelatan MTQ tingkat Kab. Tangerang ke-55 telah terselenggara dengan sukses sejak 14-19 Januari 2025 di kecamatan Kronjo, Kab. Tangerang dan diikuti oleh 29 kecamatan di Kab. Tangerang. Pondok Pesantren Daarul Ahsan turut berpartisipasi pada perhelatan tersebut.

Pada kesempatan kali ini Pondok Pesantren Daarul Ahsan mengirimkan beberapa delegasinya untuk mewakili di berbagai kecamatan, diantaranya kecamatan jayanti, solear, cikupa, rajeg, dll. Dan berhasil menyabet sejumlah penghargaan di berbagai bidang yaitu MFQ, KTIQ, dan Hifdzul Hadits. Para pemenang lomba diantaranya yaitu:

  • Juara 1 MFQ Putri: Nazwa Aulia Safina, Nurul Awaliyah, dan Latifah Mira Naira Balqis
  • Juara 1 KTIQ Putri: Ustzh. Nurul Ma’wa, S.pd
  • Juara 3 MFQ Putra: Nicky Chandra, Raziq Manazil, dan Julian
  • Juara 3 Hifdzil Hadis 500 Putri: Ustzh. Melisa Haryati
  • Juara Harapan 2 KTIQ Putra: Ust. M. Ainun Najib
  • Juara Harapan 2 KTIQ Putri: Ustzh. Alfin Laila Rahmawati

Dengan berhasilnya santri dan ustadz ustadzah dalam berkompetisi membuktikan bahwa Pondok Pesantren Daarul Ahsan telah berhasil menjadi lembaga pendidikan islam di Kab. Tangerang yang unggul dan berintegritas sehingga dapat mencetak generasi qur’ani dan berprestasi.

Selamat kepada seluruh delegasi Pondok Pesantren Daarul Ahsan yang telah berhasil mengukir prestasi dalam ajang perlombaan MTQ kab. Tangerang ke-55 semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat untuk umat dan menginspirasi santri di seluruh negeri.

Regards,

Penulis: Meiliya Pratiwi

DAARUL AHSAN TINGKATKAN JIWA KRITIS SANTRI DALAM PESTA DEMOKRASI

Ahsan Media – Tangerang, Ikatan Pelajar Pondok Pesantren Daarul Ahsan (IP3DA) dan Ikatan Pelajar Putri Pondok Pesantren Daarul Ahsan (IP4DA) merupakan organisasi internal santri Pondok Pesantren Daarul Ahsan. Sebagai pembelajaran aplikatif bagi santri dan juga wadah untuk mengembangkan soft maupun hard skill yang ada pada diri. IP3DA dan IP4DA ini dijalankan oleh santri putra dan putri kelas 11 semester 2 dan purna bakti pada kelas 12 semester 1.

Maka, agar roda organisasi terus berputar sehingga mencetak regenerasi baru untuk masa bakti periode selanjutnya Pondok Pesantren Daarul Ahsan telah menyelenggarakan berbagai event sejak Senin, 30 Desember 2024 hingga Senin, 6 Januari 2025. Adapun event-event tersebut yaitu:

  1. Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus Masa Bakti 2024-2025
  2. Pemilihan Kandidat Ketua IP3DA dan IP4DA
  3. Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua
  4. Kampanye Calon Ketua
  5. Debat Calon Ketua
  6. PILKADA (Pemilihan Umum Ketua IP3DA dan IP4DA)
  7. Pelantikan Ketua dan anggota pengurus IP3DA dan IP4DA masa bakti 2025-2026

Alhamdulillah rangkaian event tersebut telah terselenggara dengan lancar dan sukses. Antusias santri yang berpartisipasi turut memeriahkan pesta demokrasi di Pondok Pesantren Daarul Ahsan. Santri diajarkan agar berani untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat dan berbicara di depan banyak orang. Sehingga harapannya dapat mencetak generasi santri yang kritis, berintegritas dan berkualitas agar turut mewujudkan Indonesia Emas.

Regards,

Penulis: Meiliya Pratiwi

DOKUMENTASI:

PELANTIKAN PENGURUS 1P3DA/IP4DA MASA BAKTI 2025/2026

Pondok Pesantren Pagipon menggelar Pelatihan Baca Tulis Al-Quran dengan Metode Yanbu’a di Aula Utama Pondok Pesantren Daarul Ahsan.

Dokumentasi Pelatihan Metode Yanbu'a

Program pelatihan baca tulis al-Quran (BTQ) metode Yanbu’a Pondok Pesantren Pagipon telah dilaksanakan pada Senin, 19 Agustus 2024, di Aula Utama Pondok Pesantren Daarul Ahsan yang diikuti oleh 300 peserta. Kegiatan pelatihan metode Yanbu’a untuk guru pengajar al-quran secara resmi dibuka oleh K.H. Maman Lukman Hakim, M.A., selaku Pemimpin Pondok Pesantren Pagipon dan Daarul Ahsan.

Peserta pelatihan Metode Yanbu’a terdiri dari 109 guru Pondok Pesantren Pagipon dan Daarul Ahsan, 101 santri kelas akhir Pondok Pesantren Daarul Ahsan, dan 90 peserta umum perwakilan dari berbagai Pondok Pesantren dan lembaga pendidikan umum di wilayah Jabodetabek dan Banten. Adapun pemateri pada pelatihan BTQ metode Yanbu’a ini, dipandu langsung oleh Abuya Romo K.H. Ulil Albab Arwani dan K.H. Muhammad Nashih.

Kegiatan pelatihan metode Yanbu’a ini dimulai dari pukul 08.15 wib sampai 17.00 wib. Para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Dialog interakt pada sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri berjalan dengan cair dan sarat makna. Salah satu peserta pelatihan yang tidak ingin disebutkan namanya, saat ditanyai terkait kesan mengikuti pelatihan BTQ metode Yanbu’a, ia menyatakan bahwa pelatihan metode Yanbu’a ini sangat penting untuk dipelajari oleh setiap pengajar al-quran, saya pribadi mendapat banyak wawasan tentang tata cara membaca bacaan ayat ghorib, yang sebelumya saya tidak mengetahui hal tersebut. Ujar salah satu peserta pelatihan Yanbu’a.

Lebih lanjut tim ahsan media mewawancarai ketua pelaksana pelatihan BTQ Metode Yanbu’a. “Dewasa ini, banyak sekali metode-metode pembelajaran al-quran yang tersebar di Indonesia, akan tetapi kami selaku penyelenggara lebih memilih metode Yanbu’a karena beberapa alasan. Pertama metode Yanbu’a ini disusun secara sistematis dan langsung penerapannya pada ayat al-Quran, alasan kedua karena sanad keilmuan penyusun yang kredibel dan sampai pada Rasulullah Saw, karena penyusun merupakan putra sekaligus murid dari pada ayahandanya K.H. Arwani Kudus, sedangkan K.H. Arwani sendiri merupakan seorang murid dari pada Simbah K.H. Munawwir bin K.H. Abdullah Rosyad Krapyak Jogja. Semua ulama di Indonesia pasti sudah mengenal, bahwa simbah K.H. Muhammad Munawwir ini merupakan Maha Guru Al-Quran bagi seluruh ulama di Nusantara ini”. Ungkap Al-Ustadz Djejen Nahrowi selaku ketua pelaksana.

Pelaksanaan pelatihan BTQ metode Yanbu’a ini merupakan program khusus bidang Kurikulum Pesantren Pagipon, dengan tujuan agar para guru pengajar quran di lingkungan Pondok Pesantren Pagipon dan Daarul Ahsan dapat menggunakan metode yang seragam dalam mendidik dan mengajar al-quran kepada para santri.

Regards,

Ahsan Media

Nuzulul Qur’an Memperingati Kebesaran Al-Qur’an dalam nuansa Kebahagiaan dan Kepedulian

Pada Jumat, 29 Maret 2024, Pondok Pesantren Daarul Ahsan kembali menjadi saksi perhelatan yang sarat makna dengan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya yakni, Nuzulul Qur’an. Acara yang telah menjadi agenda tetap setiap bulan Ramadan ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga momen berharga untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mengambil inspirasi dari Al-Qur’an.

Aula utama pondok pesantren Daarul Ahsan menjadi saksi bisu dari kehangatan dan kebersamaan yang terpancar dari seluruh civitas akademika, alumni, dan wali santri yang hadir untuk memeriahkan acara ini. Sebelum dimulainya acara utama, para alumni dari berbagai angkatan berkumpul dalam ajang silaturahmi yang penuh kehangatan. Bukan sekadar untuk bertemu, tetapi juga untuk mengenang masa lalu, berbagi cerita, dan mempererat ikatan kekeluargaan di antara mereka. Berbuka puasa bersama para alumni menjadi momen yang dinanti-nantikan, di mana tawa dan cerita lama mengalir menghangatkan hati.

Setelah itu, semua berkumpul untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah, menambah kekhidmatan acara dan mempererat ikatan kekeluargaan Pondok Pesantren Daarul Ahsan. Malam itu menjadi lebih berkesan dengan ceramah yang disampaikan oleh K.H. Fudholi, dalam tausyiahnya beliau menyampaikan pentingnya Al-Qur’an dalam membimbing kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan kearifan yang disampaikan menginspirasi semua yang hadir untuk lebih mendalami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan.

Kehadiran para pejabat daerah, seperti Kepala Desa Dangdeur, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawah Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tangerang, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, dan Camat Jayanti, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap kegiatan keagamaan ini. Mereka turut menyemarakkan acara dan memberikan motivasi kepada para santri untuk terus semangat dalam mempelajari Al-Qur’an.

Namun, agenda Forsada dalam menebarkan kebaikan tidak hanya terjadi di malam hari. Saat siang hari, ba’da dzuhur, Forum Silaturahmi Alumni Daarul Ahsan (Forsada) turut berkontribusi dengan mengadakan acara santunan anak yatim dan dhuafa kepada masyarakat di Desa Dangdeur. Inilah salah satu agenda wajib dan rutin yang selalu dilaksanakan oleh Forsada, dan tahun ini menjadi tahun ke-9 pelaksanaannya. Forsada berkomitmen untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya yang membutuhkan, sebagai wujud nyata dari semangat kebersamaan alumni.

Acara ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para santri yang telah berhasil menyelesaikan khatam Al-Qur’an, sebagai penghormatan atas usaha dan dedikasi mereka. Dengan demikian, acara Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar-santri dan memperkokoh semangat keagamaan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan dan memberikan berkah yang melimpah bagi pesantren, masyarakat, dan khususnya bagi para santri yang menjadi harapan masa depan umat.

Regards,

Penulis Siti Robiyatul Hasanah 12 Ipa Putri

DOKUMENTASI: