ESTAFET KEPEMIMPINAN SANTRI: PENGURUS IP3DA DAN IP4DA ANGKATAN 23 RESMI DILANTIK

Estafet kepemimpinan organisasi santri di Pondok Pesantren Daarul Ahsan resmi berganti. Ardi Firmansyah dan Afifah Kharisma Putri resmi mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Pelajar Putra Daarul Ahsan (IP3DA) dan Ikatan Pelajar Putri Daarul Ahsan (IP4DA) Angkatan 23. Upacara pelantikan khidmat tersebut digelar di Aula Utama Pondok Pesantren Daarul Ahsan, yang dihadiri oleh seluruh dewan guru dan santri.

Terpilihnya Ardi dan Afifah merupakan hasil dari proses demokrasi panjang yang berlangsung di lingkungan pesantren. Tahapan dimulai dari penyampaian visi dan misi para kandidat, dilanjutkan dengan debat kampanye yang sengit namun edukatif, hingga puncaknya adalah pemilihan umum (Pemilu). Uniknya, proses pemungutan suara ini melibatkan partisipasi aktif dari Pimpinan, dewan guru, hingga seluruh staf pondok untuk menentukan pemimpin terbaik bagi organisasi santri tersebut.

Tugas berat kini menanti pengurus Angkatan 23. Mereka diamanahkan untuk membantu Pimpinan dan jajaran ustadz/ustadzah dalam mengelola seluruh ritme kegiatan pondok, mulai dari santri bangun tidur hingga kembali beristirahat. Pengurus baru diharapkan menjadi motor penggerak kedisiplinan dan menjadi teladan bagi ribuan santri lainnya.

Mudirul Ma’had Pondok Pesantren Daarul Ahsan, K.H. Maman Lukman Hakim, M.A., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pengurus masa bakti sebelumnya.

“Terima kasih kepada kepengurusan lama yang telah mengabdikan diri selama satu tahun penuh untuk membantu menerapkan disiplin pondok dengan dedikasi tinggi,” ujar beliau.

Kepada pengurus yang baru dilantik, K.H. Maman Lukman Hakim memberikan pesan tajam mengenai keadilan dan integritas. Beliau menekankan agar para pengurus menjalankan aturan dan sunnah-sunnah pondok tanpa pandang bulu. Beliau memberikan perumpamaan agar penegakan hukum di pesantren jangan sampai menyerupai “pisau yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas.” Artinya, pengurus harus berlaku adil kepada seluruh anggota tanpa membeda-bedakan teman dekat atau bukan.

Acara pelantikan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol persatuan dan kekeluargaan. Setelah itu, suasana haru sekaligus bangga menyelimuti aula saat para guru dan santri bersalaman untuk memberikan ucapan selamat serta doa restu kepada para pengurus baru yang akan bertugas selama satu tahun ke depan.

Dengan dilantiknya pengurus IP3DA dan IP4DA Angkatan 23, besar harapan agar kualitas kedisiplinan dan kreativitas santri di Pondok Pesantren Daarul Ahsan semakin meningkat. Semoga para pengurus baru diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mengemban amanah, serta mampu membawa perubahan positif yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.

Regards,

Ahsan Media.

LDKS Daarul Ahsan Tuntaskan Misi: 3 Hari Intensif Menempa Santri Kelas 11 Jadi Pengurus Berintegritas

Ahsan Media – Seluruh santri kelas 11 Pondok Pesantren Daarul Ahsan sukses menyelesaikan rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) yang digelar intensif selama tiga hari, mulai tanggal 13 hingga 15 November 2025.

Kegiatan LDKS ini merupakan langkah strategis lembaga dalam menyiapkan dan membekali kader pengurus. Tujuan utamanya adalah mencetak calon pengurus yang tidak hanya mampu memikul amanah dengan tanggung jawab penuh, tetapi juga memiliki integritas yang terjaga dan dapat dipercaya dalam menjalankan tugas harian pondok.

Fokus Pembentukan Pola Pikir dan Manajerial

Program LDKS disusun secara terstruktur untuk membentuk pola pikir peserta yang matang dan kemampuan manajerial yang terukur. Setiap peserta dilatih secara mendalam mengenai cara melaksanakan tugas secara teratur, disiplin, serta membangun kredibilitas diri dalam struktur organisasi pondok.

Materi pelatihan mencakup tiga pilar utama: prinsip-prinsip kepemimpinan, manajemen kegiatan, serta latihan analisis dan pengambilan keputusan. Melalui sesi-sesi ini, para santri didorong untuk memiliki kesiapan memimpin dengan ketegasan yang didasari oleh kejernihan tujuan dan sikap yang selaras dengan nilai-nilai luhur lembaga.

Dengan rampungnya LDKS, santri kelas 11 kini diharapkan telah memiliki bekal esensial untuk transisi menjadi pengurus yang siap menjalankan tugas dengan efektif dan bertanggung jawab.

Regards,

Ahsan Media.

DAARUL AHSAN KUASAI ARENA! Raih 12 Gelar Juara MTQ, Bukti Nyata Generasi Qur’ani Berprestasi

TANGERANG – Pondok Pesantren Daarul Ahsan menunjukkan dominasinya dalam bidang keagamaan dengan memborong gelar juara di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Jayanti dan Kecamatan Cikupa. Keberhasilan ini menegaskan kualitas pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan santri di pondok.

Santri Daarul Ahsan berhasil meraih total 12 gelar juara, termasuk tiga gelar Juara 1, dalam MTQ yang diselenggarakan di dua kecamatan, Jayanti dan Cikupa. Pencapaian tertinggi diraih oleh perwakilan dari Desa Dangdeur yang menyabet Juara 1 untuk cabang Fahmil Quran (Putra dan Putri), serta perwakilan Desa Pasir Jaya yang unggul sebagai Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Putri.

Raihan prestasi didominasi oleh perwakilan dari Desa Dangdeur, yang berhasil membawa pulang enam gelar dari berbagai cabang di MTQ Kecamatan Jayanti. Di antara yang menonjol adalah tim Fahmil Quran Putri (Nurul Awaliah, Lathifah Mira N. B., Wika Kamalia) dan tim Fahmil Quran Putra (M. Jaylani, M. Ranggah H., Ardiansyah) yang keduanya sukses meraih Juara 1.

Sementara itu, prestasi di Kecamatan Cikupa dihiasi oleh keberhasilan Siti Liah Kameliah (Desa Pasir Jaya) yang meraih Juara 1 di cabang Kaligrafi Kontemporer Putri.

Berikut adalah rincian lengkap perolehan juara 1 dan 2:

MTQ KECAMATAN JAYANTI:

  • Juara 1 Fahmil Quran Putri (Desa Dangdeur)
  • Juara 1 Fahmil Quran Putra (Desa Dangdeur)
  • Juara 2 MSQ Putri (Desa Dangdeur)
  • Juara 2 Murottal Putri (Desa Dangdeur)
  • Juara 2 Fahmil Quran Putra (Desa Pangkat)

MTQ KECAMATAN CIKUPA:

  • Juara 1 Kaligrafi Kontemporer Putri (Desa Pasir Jaya)
  • Juara 2 Fahmil Quran (Desa Sukadamai)

Pembina MTQ Pondok Pesantren Daarul Ahsan, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para santri. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus mendalami ilmu agama, khususnya Al-Qur’an, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Prestasi ini merupakan hasil dari program pembinaan rutin dan intensif yang diterapkan pesantren untuk mencetak generasi muda Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki daya saing di berbagai kompetisi daerah. Santri-santri yang berprestasi ini diharapkan dapat terus melaju ke tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. amin.

Regards,

Ahsan Media.

Pondok Pesantren Daarul Ahsan Gelar Orientasi dan Upgrading Guru untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Jayanti, 10 Juli 2025 – Pondok Pesantren Daarul Ahsan menggelar kegiatan Orientasi dan Upgrading Dewan Guru pada 9–10 Juli 2025 di Grand Mushola Daarul Ahsan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dari RA Daarul Ahsan, SDIT Tahfidz Preneur Pagipon, MTS dan SMA, baik guru baru maupun guru senior.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan visi dan misi pendidikan, memperkuat kompetensi profesional dan spiritual, serta menanamkan nilai-nilai kepesantrenan dalam proses pembelajaran.

Acara dibuka oleh Mudirul Ma’had yang menegaskan pentingnya peran guru sebagai figur utama dalam keberhasilan pendidikan. “Guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi juga teladan akhlak dan pembimbing ruhani. Karena itu, upgrading seperti ini sangat penting untuk terus memperbaiki diri dan metode pengajaran,” ujarnya.

Hadir sebagai pemateri, Dr. KH. Anang Azharie Ali, MA., Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Mizan, yang membawakan sejumlah materi strategis. Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan seputar strategi pembelajaran aktif, komunikasi efektif, penyusunan silabus berbasis nilai-nilai pesantren, serta penguatan karakter dan spiritualitas dalam kegiatan belajar mengajar.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Daarul Ahsan berharap dapat memperkuat kapasitas pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan demi melahirkan generasi unggul yang berakhlak mulia dan berintegritas.

Regards,

Penulis: Melisa Haryati

HAFLATUL WADA’ DAARUL AHSAN ANGKATAN 20″MERAYAKAN PENCAPAIAN DAN MENYONGSONG MASA DEPAN

AHSAN MEDIA-TANGERANG, Pondok Pesantren Daarul Ahsan menggelar acara Haflatul Wada’ pada Minggu, 19 Mei 2024, untuk melepas santri kelas 12 angkatan 20 yang dikenal dengan nama “Infinity Generation”. Acara yang berlangsung di aula utama pesantren ini dihadiri oleh seluruh wali santri kelas 12, serta beberapa tamu undangan istimewa seperti penceramah kondang dari Karawang, K.H. Tatang Khaerudin, Qori Ustad Raihan, dan Bapak Camat Jayanti. Acara ini bertepatan dengan rangkaian perayaan Milad ke-25 tahun Pondok Pesantren Daarul Ahsan, sehingga menambah kemeriahan dan keharuan suasana.

Acara dimulai pada pagi hari dengan prosesi penyambutan wisudawan dan wisudawati, disusul oleh dewan guru dan Mudirul Ma’had. Suasana haru tercipta saat lagu “Terima Kasih Guruku” dilantunkan oleh para wisudawan dan wisudawati sebagai penghormatan kepada para guru. Kemudian, acara dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Daarul Ahsan dan lagu yang menjadi ciri khas saat haflah, yakni “Hymne Pondoku Tercinta”, yang diiringi dengan pembacaan puisi. Momen ini membuat banyak wisudawan dan wisudawati menangis haru, mengenang perjalanan suka duka mereka selama 3 hingga 6 tahun di pondok.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan yudisium yang merupakan hasil belajar terakhir santri kelas akhir. Suasana tegang menyelimuti aula saat nama-nama diumumkan, dan kegembiraan meledak saat Lina Mulyna Ismail berhasil meraih yudisium Mumtaz (terbaik).

Puncak Haflatul Wada ditutup dengan tausiyah dari K.H. Tatang Khaerudin. Dalam ceramahnya, beliau memberikan motivasi dan nasihat kepada para santri untuk terus menuntut ilmu dan menjaga akhlak yang telah diajarkan selama di pesantren. Beliau juga mengingatkan pentingnya peran santri sebagai agen perubahan di masyarakat.

Acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi para hadirin, terutama para santri yang akan melangkah ke jenjang berikutnya dengan semangat dan harapan baru. Pondok Pesantren Daarul Ahsan berharap para santri dapat menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Acara Haflatul Wada ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K.H. Khudri, memohon keberkahan dan kelancaran bagi langkah para santri ke depannya. Para santri kelas 12 angkatan 20 “Infinity Generation” meninggalkan aula dengan semangat baru untuk menghadapi tantangan di masa depan, membawa serta kenangan indah dan ilmu yang telah ditanamkan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan.

Regards,

Siti Robiyatul Hasanah

DOKUMENTASI:

Nuzulul Qur’an Memperingati Kebesaran Al-Qur’an dalam nuansa Kebahagiaan dan Kepedulian

Pada Jumat, 29 Maret 2024, Pondok Pesantren Daarul Ahsan kembali menjadi saksi perhelatan yang sarat makna dengan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya yakni, Nuzulul Qur’an. Acara yang telah menjadi agenda tetap setiap bulan Ramadan ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga momen berharga untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan mengambil inspirasi dari Al-Qur’an.

Aula utama pondok pesantren Daarul Ahsan menjadi saksi bisu dari kehangatan dan kebersamaan yang terpancar dari seluruh civitas akademika, alumni, dan wali santri yang hadir untuk memeriahkan acara ini. Sebelum dimulainya acara utama, para alumni dari berbagai angkatan berkumpul dalam ajang silaturahmi yang penuh kehangatan. Bukan sekadar untuk bertemu, tetapi juga untuk mengenang masa lalu, berbagi cerita, dan mempererat ikatan kekeluargaan di antara mereka. Berbuka puasa bersama para alumni menjadi momen yang dinanti-nantikan, di mana tawa dan cerita lama mengalir menghangatkan hati.

Setelah itu, semua berkumpul untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah, menambah kekhidmatan acara dan mempererat ikatan kekeluargaan Pondok Pesantren Daarul Ahsan. Malam itu menjadi lebih berkesan dengan ceramah yang disampaikan oleh K.H. Fudholi, dalam tausyiahnya beliau menyampaikan pentingnya Al-Qur’an dalam membimbing kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan kearifan yang disampaikan menginspirasi semua yang hadir untuk lebih mendalami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan.

Kehadiran para pejabat daerah, seperti Kepala Desa Dangdeur, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawah Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tangerang, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, dan Camat Jayanti, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap kegiatan keagamaan ini. Mereka turut menyemarakkan acara dan memberikan motivasi kepada para santri untuk terus semangat dalam mempelajari Al-Qur’an.

Namun, agenda Forsada dalam menebarkan kebaikan tidak hanya terjadi di malam hari. Saat siang hari, ba’da dzuhur, Forum Silaturahmi Alumni Daarul Ahsan (Forsada) turut berkontribusi dengan mengadakan acara santunan anak yatim dan dhuafa kepada masyarakat di Desa Dangdeur. Inilah salah satu agenda wajib dan rutin yang selalu dilaksanakan oleh Forsada, dan tahun ini menjadi tahun ke-9 pelaksanaannya. Forsada berkomitmen untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya yang membutuhkan, sebagai wujud nyata dari semangat kebersamaan alumni.

Acara ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para santri yang telah berhasil menyelesaikan khatam Al-Qur’an, sebagai penghormatan atas usaha dan dedikasi mereka. Dengan demikian, acara Nuzulul Qur’an tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar-santri dan memperkokoh semangat keagamaan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan dan memberikan berkah yang melimpah bagi pesantren, masyarakat, dan khususnya bagi para santri yang menjadi harapan masa depan umat.

Regards,

Penulis Siti Robiyatul Hasanah 12 Ipa Putri

DOKUMENTASI:

“Berkilau Inspirasi: Bedah buku Kalimat Mutiara dan Motivasi Sejahtera di Pondok Pesantren Daarul Ahsan”

Hari ini, Selasa 28 Maret 2024, Aula Utama Pondok Pesantren Daarul Ahsan menjadi saksi dari sebuah peristiwa yang menginspirasi. Acara Bedah buku berjudul ” Kalimat Mutiara dan Motivasi Sejahtera ” menjadi sorotan utama, dihadiri oleh para asatidz, asatidzah, alumni, dan santri Pondok Pesantren Daarul Ahsan dengan penuh semangat.

Buku ini bukan hanya sembarang buku motivasi belaka tapi ini adalah sebuah karya hasil kolaborasi luar biasa dari tiga tokoh agama yang merupakan para pimpinan pesantren. Dibalik Karya mereka, terdapat sebuah cerita luar biasa dari proses penulisan dan penerbitan buku ini sehingga berhasil menghasilkan kalimat mendalam, mampu menyentuh hati, dan menggetarkan jiwa pembacanya.

Kisah bermula dari Cak Saef, sosok yang selalu setia mendampingi Almarhum K.H Ahmad Khudlari dalam berdakwah. Suatu hari, Cak Saef bertanya pada dirinya sendiri, “Jika harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, lalu manusia mati meninggalkan apa?” Pertanyaan ini menggugah kesadaran dalam dirinya bahwa meninggalkan jejak yang bermakna adalah hal yang penting dalam hidup. Terinspirasi oleh pesan Almarhum K.H Ahmad Khudlari, Cak Saef memutuskan untuk membuat sebuah buku motivasi sebagai persembahan untuk guru tercintanya. Dukungan yang diterima dari Gus Syihab memberikan semangat tambahan bagi Cak Saef.

Namun, merasa bahwa kolaborasi mereka belum lengkap, Gus Syihab menyadari bahwa mereka membutuhkan tambahan yang bisa memberikan ‘garam’ pada karya mereka. Bersama-sama, Gus Syihab dan Cak Saef memutuskan untuk mengunjungi K.H. Maman Lukman Hakim. Mereka terkesan dengan tulisan dan kutipan-kutipan inspiratif yang selalu menggugah jiwa setiap orang yang membacanya. Dari sinilah, terjalinlah kolaborasi yang harmonis untuk menerbitkan buku “Kalimat Mutiara dan Motivasi Sejahtera”.

Di sesi tanya jawab, ketika ditanya tentang bagaimana mereka berhasil menggabungkan pengalaman dan gaya penulisan masing-masing untuk menciptakan pandangan yang holistik tentang motivasi, mereka menjawab dengan yakin bahwa kesatuan dalam pengajaran guru yang sama menjadi kunci utama. Buku ini, mereka persembahkan untuk guru mereka, Almarhum K.H Ahmad Khudlari, serta seluruh santri yang membutuhkan pencerahan di tengah perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan dan cobaan yang menerpa iman setiap insan.

Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh alumni ke-26 Pondok Pesantren Daarul Falah Syahrir Abror yang berhasil menerbitkan buku yang membawa kisah pahit manis pengalaman hidupnya di pesantren. K.H. Maman Lukman Hakim berpesan kepada para santri juga para asatidz dan asatidzah agar menulis karena, Dengan membaca kita akan tahu sesuatu, dan dengan menulis kita bisa memberi tahu sesuatu. Beliau berharap suatu saat nanti akan ada alumni Pondok Pesantren Daarul Ahsan yang berhasil menerbitkan karya mereka yang akan membuat mereka diingat oleh semua orang.

Dengan demikian, acara Bedah buku “Kalimat Mutiara dan Motivasi Sejahtera” tidak hanya menjadi momen berharga bagi Pondok Pesantren Daarul Ahsan, tetapi juga sebagai inspirasi bagi seluruh komunitas pesantren untuk terus berkarya dan mengangkat citra pesantren di mata dunia.

REGARDS,

Penulis: Siti Robiyatul Hasanah 12 IPA Putri

Dokumentasi:

MERIAH! PEMBUKAAN KAMPOENG RAMADHAN PONDOK PESANTREN DAARUL AHSAN

Ahsan Media- Tangerang, pada Minggu, 24 Maret 2024 bertempat di halaman utama Pondok Pesantren Daarul Ahsan, acara perdana “Kampoeng Ramadhan 2024” telah resmi dibuka. Acara yang diselenggarakan oleh para alumni Daarul Ahsan yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Alumni Daarul Ahsan (FORSADA) ini merupakan acara awal dari berbagai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan sampai malam puncak Nuzulul Qur’an.

Acara pembukaan ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk merayakan semarak ramadhan dengan semangat dan kebersamaan. Dalam sambutannya, ka M. Ibrohim, S.Sos, selaku ketua umum Forsada mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi atas terselenggaranya kampoeng Ramadhan tahun ini, dan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi wahana bagi para santri untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta memperkuat tali silaturahmi santri dan para alumni Pondok Pesantren Daarul Ahsan.

Para santri dan alumni dari Angkatan pertama turut hadir dalam acara pembukaan ini dengan penuh antusias, siap mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia. Rangkaian kegiatan di Kampoeng Ramadhan mencakup berbagai kegiatan positif yang bertujuan untuk memperkaya pengalaman spiritual dan sosial para santri selama bulan penuh berkah ini.

Dalam rangka memeriahkan pembukaan kampoeng Ramadhan 2024 para alumni mempersembahkan penampilan sholawat yang dikolaborasikan dengan alat musik tradisional dan khas yang diberi nama “Barak Karinding”. Semoga Kampoeng Ramadhan 2024 menjadi ladang amal yang penuh berkah dan bisa semakin mengeratkan tali persaudaraan para alumni, santri, dan seluruh elemen yang ada di Pondok Pesantren Daarul Ahsan.

Penulis: Siti Robiyatul Hasanah 12 IPA Putri