Guna memperkuat kompetensi pedagogik dan karakter tenaga pendidik, Pondok Pesantren Daarul Ahsan dan Pondok Pesantren Pagipon menggelar kegiatan Upgrading Dewan Guru secara kolaboratif, Sabtu (3/1). Bertempat di Aula Utama Pondok Pesantren Pagipon, acara ini menghadirkan Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman 2, Gus Ridho, sebagai narasumber tunggal.
Mudirul Ma’had Pondok Pesantren Daarul Ahsan, K.H. Maman Lukman Hakim, M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya kualitas personal seorang guru di atas segalanya. Menurutnya, keberhasilan institusi pendidikan bergantung pada mutu para pengajarnya.“Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, namun guru yang bermutu bisa melahirkan orang-orang hebat,” ujar K.H. Maman Lukman Hakim di hadapan puluhan peserta.
Dalam sesi materi, Gus Ridho memaparkan konsep guru sebagai Murobbi atau pembimbing jiwa. Ia menegaskan bahwa guru yang bermutu harus memiliki tiga aspek utama di mata para santrinya, yakni dicintai, dirindukan, dan didoakan. Keikhlasan hati dan penataan niat menjadi kunci utama sebelum seorang guru mulai membina para santri.“Menjadi guru harus bisa menata hati terlebih dahulu sebelum menata santri. Perbaharui hati dan niat agar khidmah ini tidak terjebak pada rutinitas ekonomi semata,” pesan Gus Ridho. Ia juga menyoroti tantangan eksternal saat ini, seperti pengaruh game online dan teknologi yang mulai menggerus daya pikir serta kepribadian generasi muda.
Memasuki sesi siang setelah waktu Dzuhur, agenda dilanjutkan dengan pembinaan oleh Majelis Permusyawaratan Guru (MPG). Sesi ini fokus pada ruang berbagi (sharing ) mengenai dinamika perkembangan santri di lapangan. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi strategi menghadapi keberagaman karakter santri, manajemen konflik di asrama, hingga pola komunikasi efektif dengan wali santri. Para guru pengabdian diajak untuk lebih peka dalam melakukan pendekatan persuasif guna memecahkan problematika keseharian santri.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan harapan besar bagi masa depan kedua lembaga. Upgrading ini diharapkan menjadi katalisator bagi para guru untuk terus bertransformasi menjadi teladan yang baik (uswatun hasanah), sehingga mampu mencetak generasi yang tangguh secara mental dan mulia secara akhlak di era digital.
Regards,
Ahsan Media.
