PENGHARGAAN PIMPINAN PONDOK KEPADA SANTRI BERPRESTASI

Penghargaan Pimpinan Pondok Kepada Santri Berprestasi

Jayanti, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ahsan memberikan penghargaan berupa beasiswa kepada lima santri pada Senin, (4/10/2021).

Penghargaan ini diberikan langsung oleh K.H. Maman Lukman Hakim, M.A. selaku Pemimpin Pondok Daarul Ahsan setelah memberikan nasihat pada apel awal bulan. Kelima santri yang diberikan penghargaan oleh Pemimpin Pondok antara lain: Rafi Agus Pratama (12 IPA), Danang Dwi Tojoyo (12 IPS), Aqila Haura (12 IPA), Alfin Laila (11 IPA), dan Lina Mulyana Ismail (10 IPA).

Disematkannya penghargaan santri berprestasi ini kepada lima santri tersebut karena keberhasilannya dalam meraih kejuaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Tangerang cabang Fahmil Quran. Selain itu, kelima santri tersebut merupakan santri yang konsisten meraih juara kelas, mulai dari kelas 7 (awal masuk Pesantren Daarul Ahsan) sampai saat ini. Pimpinan Pondok memberikan penghargaan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi seluruh santri agar semangat mengukir prestasi, baik prestasi di lingkungan Pesantren maupun tingkat global.

Tak lupa pula kalimat yang sering beliau ucapkan disaat memberikan amanat dan nasehat kepada para santrinya “Kerjakanlah di atas rata-rata orang lain kerjakan”. Karena usaha tidak akan membohongi hasil, kerjakan segala sesuatu selagi kita bisa mengerjakannya. Dan beliau selalu memberikan semangat kepada para santri dalam kondisi apapun agar tetap semangat menjalani tantangan yang ada di depan. 

“Selamat dan sukses kepada anak-anakku yang telah berjuang mempertaruhkan nama baik pondok pesantren Daarul Ahsan, jangan sampai kenikmatan sesaat menghancurkan masa depanmu yang abadi”. Ujar K.H. Maman L. Hakim, M.A. dalam menutup tausiyahnya.

Regards,

Ahsan Media

SANTRI DAARUL AHSAN MENGIKUTI VAKSINASI DI WILAYAH KORAMIL 13/CISOKA

Jayanti-Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Covid-19 Pondok Pesantren Daarul Ahsan bekerja sama dengan Komando Rayon Militer (Koramil) 13/Cisoka dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Jayanti melaksanakan vaksinasi bagi pelajar di wilayah Kecamatan Jayanti.

Vaksinasi untuk para pelajar di Kecamatan Jayanti telah digelar pada Sabtu, (4/9/2021), yang berlokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tangerang, tepatnya di Jalan Warudoyong Jayanti. Sebanyak enam sekolah yang mengikuti vaksinasi untuk dosis pertama ini, di antaranya yaitu Pondok Pesantren Daarul Ahsan, SMK Negeri 11 Kabupaten Tangerang, SMA Negeri 16 Kabupaten Tangerang, SMP Negeri 1 Jayanti, SMP Negeri 2 Jayanti, dan SMK Al-Badar.

Pada proses vaksinasi pelajar tahap pertama ini, Kecamatan Jayanti mendapatkan 2.000 kuota vaksin yang dialokasikan untuk para pelajar yang terdaftar aktif pada satuan pendidikan yang berada di wilayah Kecamatan Jayanti. Pondok Pesantren Daarul Ahsan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang terletak di wilayah Jayanti, yang terdiri atas jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sebanyak sekitar 300 santri Pondok Pesantren Daarul Ahsan turut berpartisipasi dalam mengikuti vaksinasi secara massal. Santri yang diberangkatkan untuk mengikuti vaksinasi massal ini adalah mereka yang telah mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali santrinya. Surat persetujuan yang dibuat oleh pihak pesantren kepada para orang tua santri bertujuan untuk menyatakan bahwa kondisi anaknya dalam keadaan sehat serta memastikan dengan sebenar-benarnya bahwa anaknya tidak memiliki keluhan penyakit atau komorbiditas.

Secara umum, dilaksanakannya vaksinasi untuk para pelajar ini adalah sebagai upaya pemerintah agar proses pendidikan di Indonesia dapat dilaksanakan secara tatap muka. Maka percepatan vaksinasi pada semua kalangan harus segera dilaksanakan secara optimal, khususnya di lingkungan lembaga pendidikan.

“Sebagai ikhtiar nyata dan untuk kemaslahatan umum, maka Pondok Pesantren Daarul Ahsan mendukung penuh pada upaya pemerintah dalam menanggulangi pencegahan Covid-19 dan segala upaya yang dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia, salah satu bentuk dukungan Pondok Pesantren Daarul Ahsan terkait hal di atas yaitu dengan ikut serta mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah.” Ungkap Ketua Satgas Pencegahan Covid-19 Pondok Pesantren Daarul Ahsan.

 

 

SANTRI DAARUL AHSAN BERHASIL MENYABET JUARA 1 LOMBA KADARKUM TINGKAT PROVINSI BANTEN TAHUN 2019

Sebagai salah satu lembaga pendidikan, Pondok Pesantren dituntut untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Pondok Pesantren Daarul Ahsan mengutus 5 (lima) orang santrinya untuk mengikuti perlombaan Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) yang diselenggarakan oleh Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Banten pada hari Rabu, (25/9/2019).

Perlombaan yang diselenggarakan setiap 4 (empat) tahun sekali ini bertujuan untuk menyeleksi putra putri terbaik Provinsi Banten untuk diutus menjadi perwakilan Provinsi dalam perlombaan Kadarkum tingkat nasional.

Berbekal tekad yang kuat dan kemauan untuk mengharumkan nama Kabupaten Tangerang, Pondok Pesantren Daarul Ahsan berhasil menyabet juara 1 Lomba Kadarkum tingkat Provinsi Banten. Adapun 5 (lima) orang santri yang diutus menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang adalah M. Abdul Aziz, Ayyash Lukman Hakim, Dewi Inas Azhar Taqiyah, Siti Hipdiah, dan Neng Fitria Fauziah.

Selain untuk menjaring peserta yang akan dikirim ke tingkat nasional, kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Mangkuputra Kota Cilegon ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Provinsi Banten.

Ada 8 (delapan) tim yang menjadi utusan masing masing kabupaten/kota, dan semuanya telah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. “Degdegan sih, soalnya baru pertama kali ikut, tapi Alhamdulillah bisa terlewati dengan baik” tutur Aziz, salah satu santri yang mewakili Pondok Pesantren Daarul Ahsan dalam kegiatan ini saat diwawancarai oleh tim Ahsan Media. Senada dengan Aziz, Siti Hipdiah yang kerap disapa Iip juga berharap kedepanya lebih banyak santri Daarul Ahsan yang bisa aktif berpartisipasi dalam kompetisi kompetisi keilmuan seperti ini. Ayas Lukman Hakim

UPACARA PERINGATAN HUT KE-76 RI: Dari Daarul Ahsan, Menuju Perubahan Masa Depan.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Republik Indonesia digelar di Pondok Pesantren Daarul Ahsan pada Selasa, (17/8/2021).

Tepat pada pukul 07.30 WIB upacara HUT RI dimulai, diawali dengan inspeksi barisan peserta upacara oleh komandan peleton, kemudian dipersilahkannya peserta khusus yang mengenakan pakaian adat dari setiap daerah Indonesia untuk memasuki barisan, dan upacara pun beelangsung dengan khidmat.

Peringatan HUT RI ini selalu dilaksanakan setiap tahun di Pondok Pesantren Daarul Ahsan dengan tujuan agar para santri dapat menghayati perjuangan para pahlawan yang telah berkorban untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penindasan para penjajah. Juga sebagai wujud syukur bagi bangsa Indonesia yang telah dianugerahi kemerdekaan oleh Allah SWT.c Tujuan lain dari dilaksanakannya upacara HUT Ke-76 RI ini adalah untuk memupuk para santri dalam memelihara persatuan sesama anak bangsa dan menjaga integritas kesatuan bangsa Indonesia dengan meningkatkan rasa cinta tanah air dan persaudaraan.

Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak bisa lepas dari perjuangan para ulama dan santri yang gigih dan berani untuk melakukan perlawanan terhadap segala bentuk penindasan dan penjajahan, hal tersebut dibuktikan dengan lahirnya fatwa resolusi jihad yang diputuskan oleh Hadratussyeikh K.H. Hasyim Asya’ri bahwa jihad melawan para penjajah hukumnya adalah fardu ‘ain atau wajib bagi setiap individu.

Pemimpin Pondok Daarul Ahsan yakni K.H. Maman Lukman Hakim, M.A. bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam pidatonya, beliau mengajak kepada seluruh peserta upacara yang terdiri atas dewan guru, karyawan pondok, dan seluruh santri Daarul Ahsan untuk merenungi 76 (tujuh puluh enam) tahun kemerdekaan Indonesia. Dalam renungan yang beliau paparkan dengan menjabarkan secara komparatif antara kebangkitan bangsa Indonesia pasca-kemerdekaan dan bangkitnya Jepang setelah hancurnya Kota Hiroshima dan Nagasaki akibat serangan bom atom yang diledakkan di dua kota tersebut. Lanjut beliau dalam pidatonya, Negara Indonesia ketika merdeka dipenuhi oleh para politisi yang mengisi posisi strategis Negara Indonesia, berbagai kepentingan turut ikut serta dalam berbagai pembangunan Indonesia, sehingga stagnasi yang dirasakan oleh bangsa Indonesia sampai saat ini. Lain hal dengan Jepang, pada saat kota Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak sampai tanah mereka menjadi tandus, akan tetapi mereka bangkit dan membangun kembali negara mereka dengan menginventarisasi guru-guru di Jepang yang masih hidup, sehingga Jepang dapat berkembang dan maju sampai saat ini, berkat integritas dan kesungguhan para guru yang mendidik dan membangun masyarakat Jepang.

Dari komparasi sejarah yang diceritakan oleh Pemimpin Pondok, beliau secara optimis meyakini bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan mampu melahirkan aset-aset generasi bangsa yang berkualitas untuk mewujudkan perubahan bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan maju pada masa depan. Maka pendidikan kaderisasi di Pondok Daarul Ahsan akan terus dijalankan dan pembinaan serta penguatan sistem pendidikan akan terus dievaluasi agar terciptanya seorang Pemimpin yang berjiwa ikhlas, berpengetahuan luas, dan visioner terlahir dari Pondok Pesantren Daarul Ahsan.

Di akhir pidato beliau, Pemimpin Pondok menutupnya dengan mengingatkan kepada seluruh peserta upacara agar jangan melupakan sejarah kemerdekaan Indonesia, serta menegaskan kepada seluruh santri Daarul Ahsan untuk mengembangkan diri dengan memperbanyak membaca dan belajar, serta tetap berdisiplin dan mematuhi segala peraturan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan. Karena perubahan dapat diperoleh dengan kerja keras dan kesungguhan yang maksimal. Djejen

     

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka Ke-60 di Pondok Pesantren Daarul Ahsan

Koordinator Kepramukaan Pondok Pesantren Daarul Ahsan menyelenggarakan HUT Ke-60  Gerakan Pramuka pada hari Sabtu (14 Agustus 2021) di Lapangan Utama Iskandariyah Ponpes Daarul Ahsan.

Pimpinan Pondok beserta seluruh dewan guru dan santri Pondok Pesantren Daarul Ahsan mengikuti upacara dengan khidmat, upacara HUT Pramuka ini dimulai tepat pada pukul 07.30 sampai 09.30 WIB. Pada kesempatan tersebut, Mudirul Ma’had atau Pemimpin Pondok Pesantren Daarul Ahsan, yakni K.H. Maman Lukman Hakim, M.A. menyampaikan nasihat dan amanat kepada seluruh peserta upacara. Dalam amanatnya beliau menyampaikan bahwa seluruh santri Daarul Ahsan harus mampu membuktikan diri untuk menjadi yang terbaik di setiap perlombaan kepramukaan, baik di tingkat regional maupun nasional, lanjut beliau dalam nasihatnya kepada seluruh peserta upacara agar terus menempa dan mengembangkan diri di Pondok Pesantren Daarul Ahsan dengan menekuni setiap bidang atau disiplin ilmu yang diminati, Pondok Daarul Ahsan laksana kawah candradimuka, yaitu tempat penempaan untuk melahirkan orang-orang hebat.

Pada masa pandemi ini, tidak ada sedikit pun yang menjadi sebuah hambatan terhadap kemeriahan pada pelaksanaan peringatan HUT Ke-60  Gerakan Pramuka ini, karena berbagai penampilan kreativitas santri tetap konsisten menunjukkan aksi heroiknya di hadapan peserta upacara, begitu juga dengan seluruh petugas upacara yang telah terlatih dan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Pelaksanaan HUT Pramuka di Pondok Daarul Ahsan tidak menghilangkan salah satu kultur yang telah menjadi ciri khas Pramuka Pesantren, yakni pembacaan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.

Bertepatan dengan pelaksanaan HUT Ke-60  Gerakan Pramuka ini, telah dikukuhkannya ketua Majlis Bimbingan Gugus Harian (Mabigusri) Pondok Pesantren Daarul Ahsan periode 2021/2022, yakni Ustadzah Tri Eka Komara, S.Pd. yang mana pada periode 2020/2021 jabatan tersebut dipimpin oleh Al-Ustadz Djejen Nahrowi, S.Pd. Pergantian jabatan ketua Mabigusri dilaksanakan setiap tahunnya dan menyesuaikan dengan surat keputusan jabatan keorganisasian pondok yang disahkan oleh pimpinan pondok.

Kegiatan peringatan HUT Pramuka ini ditutup dengan kemeriahan tepuk pramuka yang dipandu langsung oleh pimpinan pondok kepada seluruh peserta upacara. Menariknya, K.H. Maman Lukman Hakim, M.A. selaku pemimpin pondok dan juga sebagai inspektur upacara menguji kekompakan tepukan pramuka di setiap masing-masing kelas sampai kepada seluruh dewan guru. Upacara pun diakhiri dengan gemuruh canda gurau seluruh peserta upacara karena guyonan yang disampaikan oleh pemimpin pondok.

Penulis: Djejen Nahrowi

Porseni ke-19 Pondok Pesantren Daarul Ahsan Resmi Dibuka

Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-19 Pondok Pesantren Daarul Ahsan resmi dibuka pada sabtu (7/8/2021) Pukul 20.30 oleh Mudirul Ma’had KH. Maman Lukman Hakim, M.A di Lapangan Utama Iskandariyah.

Porseni merupakan kegiatan tahunan yang biasa diselenggarakan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan (PPDA), kegiatan yang dianggap sebagai ajang bergengsi bagi seluruh santri Daarul Ahsan, karena berbagai bidang yang dilombakan pada perhelatan Porseni ini, diantaranya yaitu bidang olahraga yang meliputi futsal, volley ball, bulu tangkis, tenis meja, bola takraw, atletik, lari marathon, basket, renang, haling rintang, catur, dan senam santri. Kemudian perlombaan dari bidang kesenian yang dari lomba melukis, grafiti, kaligrafi, rubik, cipta logo, marawis, karikatur, swallow draw, nasyid, dan editing video.

Selanjutnya perlombaan dari bidang mentalitas, diantaranya terdiri dari lomba stand up comedy, ceramah, nasyid, dan sholawat. Adapun di bidang Bahasa yang terdiri dari perlombaan debat Bahasa arab, debat Bahasa inggris, spealing Arabic, spealing English, pidato tiga Bahasa, scrable, sing a song, taqdimul qishoh, broadcasting, story telling, warrior sentences, fathul qomus, fathul munjid, debat hukum Tata Negara. Dan bidang terakhir yang dilombakan pada ajang Porseni ini adalah bidang pengembangan tilawatil quran, bidang tersebut meliputi cabang tilawatil quran, tahfidz quran, tahfidz hadist, qiroatul kutub, syahril quran, fahmil quran, murotal, tahfidz kaidah, dan adzan.

Semua cabang perlombaan Porseni tersebut akan diikuti oleh seluruh santri PPDA, baik secara individu maupun secara kolektif disetiap masing-masing kelas. Kegiatan Porseni  ke-XVII ini yang bertemakan “Stop Wishing Start Doing” akan dilaksanakn dari tanggal 7 Agustus 2021 sampai 17 Agustus 2021.

Pembukaan ajang Porseni ke-19 ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan dan parade santri PPDA, bahkan santri baru PPDA juga diikut sertakan dalam memerankan parade grand opening Porseni 2021, koordinator pelaksana Porseni ke-19 Al-Ustadz Dandi saat dikonfirmasi oleh crew Ahsan Media terkait diikut sertakannya santri baru dalam memerankan parade grand opening (GO) Porseni ini, beliau menerangkan bahwa diikut sertakannya santri baru PPDA dalam mengambil peran pada GO Porseni ini tiada lain dengan tujuan agar para santri baru ikut merasakan dalam melatih diri untuk mampu mempersembahkan mahakarya terbaiknya dihadapan dewan guru dan Pimpinan Pondok serta memberikan pengalaman pertama bagi mereka untuk melatih mental dan nilai kebersamaan. Terang koordinator Porseni ke-19

Penulis,

Alfin

Editor,

Djejen

TETAP CERIA WALAU PANDEMI DI HARI RAYA (Perayaan Idul Adha di Pondok Pesantren Daarul Ahsan Antara Prokes dan Progres)

DANGDEUR-Koordinator Kegiatan Gebyar Hari Raya Idul Adha 1442 H Pondok Pesantren Daarul Ahsan Al-Ustadz Ade Bukhori, S.Pd merekonstruksi seluruh rentetan kegiatan hari raya di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berdasarkan protokol kesehatan (Prokes).

Pondok Pesantren Daarul Ahsan tetap menjalankan seluruh rutinitas kegiatan di lingkungan Pesantren secara normal, walaupun seluruh kegiatan harus tetap menerapkan Prokes serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan bagi para santri juga seluruh elemen yang berada di lingkungan Pondok. Di masa pemberlakuan PPKM darurat yang diterapkan di wilayah Jawa-Bali, maka koordinator gebyar Hari Raya Idul Adha tahun 2021 ini harus merancang segala kegiatan agar tidak menimbulkan kerumunan dan mengancam kesehatan serta keselamatan para santri.

Adapun rentetan rutinitas kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan Dzulhijjah/Hari Raya Idul Adha diantaranya yaitu, penggalangan dana kurban, perlombaan gema takbir untuk seluruh civitas akademika Pondok Daarul Ahsan, pelaksanaan shalat Idul Adha, pemotongan hewan kurban, dan manasik haji.

Segala kegiatan dilaksanakan khusus untuk internal Pondok, begitu pula pada proses penyembelihan hewan kurban, tidak seperti biasanya pada momen ini yang selalu menjadi tontonan khalayak umum, mulai dari para santri, dewan guru, wali santri dan Masyarakat Umum turut ikut mneyaksikan proses pemotongan hewan kurban di lingkungan Pondok Pesantren Daarul Ahsan. Perayaan Hari Raya di tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di masa pandemi ini, segala kegiatan dilaksanakan secara tertutup dan terbatas serta harus menerapkan Prokes, bahkan pada Hari Raya pun seluruh wali santri dilarang untuk berkunjung dan menjengkuk putra-putrinya secara langsung, hal ini diterapkan agar menghindari kontak langsung dari pihak luar Pesantren karena telah merebaknya virus varian delta di beberapa wilayah Indonesia yang dianggap penularannya lebih cepat, oleh karena itu, hal tersebut diterapkan sebagai upaya ikhtiar koordinator kepanitiaan Hari Raya serta Pimpinan Pondok untuk menjaga keselamatan seluruh komponen yang berada di lingkungan Pesantren.

Untuk mengobati kerinduan para santri yang tidak dapat bertemu orangtuanya secara langsung, panitia Hari Raya Idul Adha menyelenggarakan kegiatan khusus untuk para santri beserta dewan guru di lingkungan Pesantren, yaitu memasak daging hewan kurban atau biasa dikenal dengan istilah “Nyate Bareng”. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Wali Kelas dan diikuti oleh seluruh kelas. Kebahagiaan para santri dalam melewati malam di Hari Raya dengan nyate bersama wali kelas masing-masing sangat begitu besar. Hal demikian terlihat dari gumpalan asap yang menyelimuti setiap sudut pesantren pada saat proses memasak sate dari daging hewan kurban dan gemuruh suara canda dan tawa setiap kelas yang mampu mengobati kerinduan mereka kepada keluarganya.

Penulis,
Djejen Nahrowi

Foto Bersama di Hari Raya Idul Adha
Gema Takbir
Manasik Haji

PEMBUKAAN MASA ORIENTASI SANTRI DAARUL AHSAN (Mosada) 2021

Dangdeur-Masa Orientasi Santri Daarul Ahsan (Mosada) merupakan kegiatan awal bagi santri baru Pondok Pesantren Daarul Ahsan. Dalam kegiatan Mosada ini, seluruh santri baru akan dikenalkan berbagai hal yang berkaitan dengan nilai-nilai yang hidup dan berlaku di Pondok Pesantren Daarul Ahsan.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Pimpinan Pondok Daarul Ahsan yakni KH. Maman Lukman Hakim, M.A, dalam tausyiahnya, beliau menganalogikan kepada seluruh santri baru bahwa Pondok Daarul Ahsan bagaikan Bahtera besar yang akan berlabu mengantarkan para penumpang kepada tujuannya di hamparan laut yang luas, oleh karena itu, maka hal yang perlu dilakukan oleh para penumpang kapal sebelum berlabuh maka mereka harus mengetahui siapa nahkodanya, seperti apa bentuk bahteranya, dan mau kemana tujuannya?. tutur beliau

Maksud dari analogi tersebut adalah bahwa yang dimaksud dengan bahtera adalah Pondok Daarul Ahsan itu sendiri, nahkoda adalah Pimpinan Pesantren, dan penumpang bahtera adalah para santri yang belajar di Pesantren Daarul Ahsan, sedangkan arah dan tujuan berlabuhnya sebuah bahtera itu tiada lain ialah visi misi pesantren Daarul Ahsan yang selaras dengan cita-cita para santri yang ingin digapai. Beliau melanjutkan dengan menjelaskan bahwa setiap Bahtera memiliki aturan-aturan yang wajib dipatuhi agar para penumpang dapat selamat sampai tujuan yang dikehendaki, begitu pula dengan Pondok Daarul Ahsan yang memiliki peraturan-peraturan yang wajib dipatuhi oleh semua santri.

Peraturan dan falsafah kehidupan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan akan dibahas dan dijelaskan secara rinci pada kegiatan Mosada ini. Adapun Pemantik pada kegiatan Mosada ini akan diisi oleh Pimpinan Pesantren Daarul Ahsan dan Kepala Bagian di setiap bidang organisasi di Pondok Pesantren Daarul Ahsan. Acara ini akan diselenggarakan selama 3 (tiga) hari kedepan, mulai hari ini selasa (13/7) sampai jumat (15/7) yang bertempat di Grand Mushola Pondok Daarul Ahsan.

 

Penulis;

Djejen Nahrowi

UPGRADING GURU PENGABDIAN PONDOK PESANTREN DAARUL AHSAN:(Revitalisasi Etos Kerja Guru Pengabdian dalam menata dan membina para santri di Lingkungan Pesantren)

PAGIPON-Ketua Majlis Pertimbangan Guru (Mpg) bersama Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ahsan menggelar Upgrading untuk seluruh guru pengabdian Daarul Ahsan lintas generasi, guru pengabdian adalah guru yang berasal dari lulusan/alumni Pondok Daarul Ahsan yang dipilih berdasarkan kompetensi dan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan Pondok Daarul Ahsan.

Diselenggarakannya kegiatan Upgrading ini, yang bertujuan untuk memompa kembali etos kerja seluruh guru pengabdian dalam mengabdi dan berjuang untuk mewujudkan visi misi Pesantren Daarul Ahsan yang baik, benar, dan indah. Pemimpin Pondok Pesantren Daarul Ahsan KH. Maman Lukman Hakim, M.A menerangkan bahwa dengan mencari yang baik akan melahirkan etika, dan dengan mencari yang benar akan melahirkan ilmu, serta mencari yang indah akan melahirkan seni, begitulah tafsir dari visi misi pesantren Daarul Ahsan yang baik, benar, dan indah.

Acara tersebut diikuti oleh guru pengabdian dari generasi pertama sampai generasi terbaru, 60 (enam puluh) guru pengabdian turut mengikuti acara secara khidmat, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai dari hari rabu (7/7/2021) dan diakhiri pada hari kamis (8/7/2021) yang bertempat di Aula Utama Pondok Pagipon Daarul Ahsan 2.

Beberapa pemateri yang berpartisipasi menyampaikan materi upgrading ini adalah Pimpinan Pondok (Mudirul Ma’had) KH. Maman L Hakim, M.A, Ketua Mpg Al-Ustadz Ahmad Khaerudin, M.Pd, dan Kepada SMA Daarul Ahsan yakni Al-Ustadz Matawi, S.E., M.Pd. Mudirul Ma’had selaku pemantik utama, beliau menjelaskan secara gamblang tentang khitoh perjuangan mendirikan pesantren Daarul Ahsan sampai kisah perjuangan mengabdi di Pesantren beliau semasa santri, hal ini disampaikan kepada seluruh guru pengabdian agar semua pengabdian dapat mengambil ibroh dari sejarah dan hikmah perjuangan beliau, serta menerangkan nilai-nilai yang wajib dimiliki oleh seluruh guru pengabdian yang terakumulasi ke beberapa nilai yang telah dipaparkan oleh beliau berdasarkan kualifikasi pemimpin yang ideal.

Tahun pelajaran baru harus menjadi lembaran dan semangat baru bagi seluruh guru untuk menata kembali sistem pendidikan di Pondok Daarul Ahsan, yang berorientasi pada prioritas keunggulan kitab kuning/salaf dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), sebagaimana maqolah yang sering digaungkan disetiap Pondok Modern yaitu menjaga tradisi dan merespon modernisasi. Tutur beliau dalam mengakhiri penyampaian materi.

Penulis;

Djejen Nahrowi

Eksistensi Kegiatan Kampoeng Ramadhan di Pondok Daarul Ahsan tahun 2021.

Selasa, (27/04/2021) telah dibukanya kegiatan kampoeng Ramadhan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan, kampoeng Ramadhan adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan setiap bulan suci Ramadhan.

Adapun kegiatan ini dilaksanakan mulai dari hari selasa 27 April 2021 sampai jumat 30 April 2021, empat hari lamanya kegiatan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya yaitu, Pengajian kilat terfokus yang diselenggarakan setiap pagi, mulai dari pukul 08.00 sampai 11.00 Wib, selanjutnya disambung dengan kegiatan yang dilaksanakan setelah sholat ashar berjamaah, yaitu dialog interaktif bersama para alumni yang telah berhasil berkiprah di masyarakat, mulai dari alumni yang berlatar belakang politisi, salah satunya yaitu Lulu Ulfuadiah alumnus Pondok Daarul Ahsan angkatan ke-X tahun 2014 yang saat ini terpilih sebagai anggota dewan legislatif di daerah Kabupaten Tangerang, bertepatan pada momentum kegiatan kampoeng ramadhan Daarul Ahsan, ia menyempatkan hadir untuk mengisi acara tersebut sekaligus menggabungkan kegiatan dialog interaktif kampoeng ramadhan dengan program kerja beliau sebagai anggota dewan yaitu menyelenggarakan telewicara dengan generasi milenial, ia berbagi kisah dan pesan-pesan moral kepada seluruh santri, bahwa semua hiruk-pikuk yang dilalui di Pondok Pesantren Daarul Ahsan sangat mengandung nilai yang sangat berharga di masa depan kita, maka sabar dan istiqomahlah belajar di Pondok Daarul Ahsan sampai tuntas, “pungkasnya”.

Sedangkan setiap malam setelah pelaksanaan shalat tarawih berjamaah, digelar berbagai macam perlombaan untuk seluruh santri secara internal di lingkungan pesantren Daarul Ahsan, mulai dari perlombaan sholawat, kosidah putri, marawis putra, sing song religi, duta santri dan lain-lain.

Kegiatan kampoeng ramadhan ini merupakan buah dari pemikiran para alumni Daarul Ahsan yang tergabung dalam organisasi Alumni Daarul Ahsan yang dikenal dengan Forum Silaturahmi Alumni Daarul Ahsan (Forsada), atas kegigihan dan komitmen Forsada untuk menghidupkan kegiatan Ramadhan di Pondok Pesantren Daarul Ahsan, maka dengan rasa syukur seluruh keluarga besar Forsada telah berhasil dan konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut selama empat tahun secara berturut-turut, hal demikian tidak terlepas dari dukungan dari pimpinan pondok KH. Maman Lukman Hakim, M.A yang selalu memberikan motivasi agar Forsada tetap eksis dan harus terus mengepakkan sayap perjuangannya sebagai organisasi alumni yang progresif dan mendunia.